salam bahagia!
mari berbagi percikan api kehidupan,
bersama menyusun mozaik2 alam pasti menyenangkan.
selamat berbagi, kawan!
:)
0 prakata

Tim Nasional Indonesia




Hai, guys!
Oke kali ini aku mau nulis tentang TIMNAS INDONESIA, yuhuuuuuuuuuu!!! Jalan hidup timnas nih kayaknya sama aja dengan kelasku. Bolehkan nggosip dikit tentang kelasku tercinta?

Kelasku regular ipa4. Awal pertandingan di babak penyisihan tertulis XI IPA 4 Regular vs XI SBI. Nah, kelasku menjuarai pertandingan pertama ini. Lalu berlanjut ke pertandingan berikutnya. Ternyata di lain sisi kelas SBI, yang tadinya dikalahkan kelasku, bisa terus melaju memenangi pertandingan sampai ke final. Sedangkan kelasku cuma bisa bermain sampai semifinal, kasihan... 

Nah, ternyata teman-teman, hal ini merupakan penyakit menular. Jadi, nular deh ke timnas kita. Awalnya mereka menang telak atas malaysia dengan skor 5-0. Eeeeeeee, setelah di final malah diganyang gantian.
Saat leg-1 di stadion Bukit Jalil, timnas apa dijampi-jampi ya? –mainnya jelek banget sih. Masak timnas cuma kayak jadi penonton dari mainnya malaysia. Apalagi setelah malaysia memasukkan bola ke gawang indonesia. Suporter timnas langsung syok—kog bisa gitu sih?? Malaysia seperti terlalu mudah gitu untuk menembakkan bola ke timnas. Lalu menyusul gol kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Dong deng!!!! Timnas kita seperti jatuh ke jurang. 
Dari pertandingan yang aku liat—kayak pengamat gitu—indonesia pada leg-2 itu bagus banget. Misalnya saat putaran pertama, bola tu cuma muter-muter di depan gawang malaysia. Taktik serangan timnas bagus baget, tapi emang penggawangnya malaysia tu alot bener! Sampai-sampai setiap bola yang terbang bisa ditangkap. Sialnya, timnas cuma konsentrasi untuk menyerang. Nah saat sibuk menyerang, pertahanan timnas goyah. Kena deh! Si Safee ngegolin di gawangnya Markus. Sebel banget kan?! 
Tapi setelah itu sepertinya timnas mulai tergugah. Kerjasamanya tambah bagus, penyerangan tambah mantep, dan akhirnya Nasuha dan Ridwan bisa ngegolin. Yeeeeeeeeee!!! dan indonesia kembali terpacu untuk bisa menambah skor. Tapi sayangnya Tuhan berkata lain, waktunya habis. Okelah kalau begitu!
Saat pengalungan medali, terlihat banget gurat kekecewaan dari timnas, kita—diikhlasin aja ya.. Suporternya pun juga kecewa, tapi masih banyak yang tetep menyemangati timnas kita.

But, it’s ok! Walaupun Malaysia yang mengangkat piala AFF, tapi sebenarnya timnaslah hero bangsa Indonesia.
Iya apa nggak sih? Iya aja. Andaikata malaysia enggak curang, pasti indonesia bisa ngangkat tuh piala AFF. Tak apalah timnasku, kau kalah terhormat. Terus kembangkan sayapmu.

Aku tetap bangga padamu,
Garuda Indonesiaku

0 prakata

like EDITING

lucu juga ya ini gambar
jadi inget temen-temen sepermainan gitu
ahihihihi

0 prakata

Heart Block



Ya, ya, ya. Aku kembali dengan entrian yang tidak sesuai tanggal yang sebenarnya. Huh, bukan apa-apa sih, ini cuma karena aku males ke warnet. Kenapa? Tentu saya karena menunggu ide muncul di warnet itu bisa menghabiskan kantong saya, hahahaha.

Jadi apa yang akan saya tulis? Ini selalu jadi momok buatku di saat akan menulis. Niatnya sih ngeblog, tapi idenya nil --- sama aja boong! Kalau dari novel yang pernah kubaca ya, tragedi ini namanya writeblock. Kebanyakan penulis mengalami peristiwa ini karena lingkungan yang tidak mendukung ataupun badmood. Tapi kurasa aku tidak mengalami dua-duanya, ya karena aku bukan penulis, hahahaha.

Kalian tahu, seorang yang kebanyakan tertawa itu akan lebih sering melupakan. Dan itu sudah terbukti pada diriku. Ya, D-I-R-I-K-U. Aku sering lupa untuk membawa pesanan, lupa ada tugas, lupa ulangan, lupa siapa adikku? (ya enggaklah! Adikku kan special gitu). Can you imagine that?! Bahkan aku kadang lupa memakai baju. Muhuhahahahahah (mati aja kalau beneran). Tapi mau gimana lagi, terkadang hidup memang harus diliputi hal-hal yang menegangkan, dan lupa adalah salah satunya. Nah penyakit ini nih yang membuat tragedi writeblock menghantuiku. Hari ini aku berencana mau nulis ini, itu, dan inu, tapi waktu di warnet malah buka-bukaan sama cowok cakep yang namanya fb (emang facebook punya kelamin ya?), trus niat baik yang tadi terpikirkan menjadi cemburu dan minggat entah kemana. Kalau sudah begini salah siapa coba?

Curhatnya udahan aja ya, pals. Ntar kalian malah demo gara-gara kecantikanku—apa hubungannya?
Gini aja deh, karena tragedi writeblock benar-benar menimpaku, aku kasih tahu aja lagu yang bagus. Ini lagu aku udah punya dari zaman aku smp, bro. Tapi ya, karena saya gaptek -- jaman dulu aku masih polos gitu, jadi gak tau yang namanya internet -- jadi aku gak tau judul lagunya apa. Hingga suatu saat, aku mendengar lantunan lagu itu lagi, dan aku terpana, cieeeeeeeee. Trus kayak orang kesurupan gitu, aku nyari di internet sampai setengah mati. Finnaly, i got it! Muhuhahahhahaha. Bukankah itu membanggakan, teman.
Lagunya sih, soundtracknya naruto, judulnya Haikyo No Sofa – Akeboshi. Aku ngutip sebagian liriknya, ini dia :

Walking in the rain I’ve been told today never wanna see you again
I feel like I’m still wet in this tiny room
Why should I pretend to be high
I walk to the Green Fish to listen to the sound of the silence
A man who plays the harp gently shakes my hand
And he leads me in to the story of him
.
I see you shouting and yelling and struggling and
But I can’t hear your voice
I see you shouting and yelling and struggling and
But I can’t feel the same

Listen it! Feel it!

0 prakata

MOM'S DAY



Good day pals!
Gimana kabar sanak saudara sekalian. Alhamdulillah jika baik-baik saja, dan tawakallah jika tidak baik-baik saja. Muhuhahahaha

Ok guys! Kita baru saja merayakan hari besar keluarga nasional--- nasional apa internasional sih? Yaitu Hari Ibu – 22 Desember 2010. Kemarin kan? Ok baru kemarin kok, jadi gak telat-telat amat kan kalo aku baru mengucapkan sekarang, hahahaha (anak durhaka!!)

Jadi, siapakah ibu sebenarnya? Mungkin kalau di kamus-kamus, ibu diartikan dengan makhluk yang melahirkan keturunan. Tapi apakah hanya sekedar itu saja? Tentu tidak! (toyib mode: on). Ibu lebih dari sekedar pelahir keturunan (bukan mesin reproduksi lho teman!!). ini ada beberapa pertanyaan yang bisa sedikit menjawab keraguan anda sekalian, guys!
  1. siapa yang melahirkan kita? Ibu
  2. siapa yang merawat kita? Ibu
  3. siapa yang memberi asi? Ibu
  4. siapa yang memakaikan baju kita pertama kali? Suster. Apa anda yakin suster? Salah. Suster hanya memakaikan selimut pembuntel setelah kita lahir. Ibu yang memakaikan ari-ari ketika kita di kandungan—itu baju pertama kita teman.
  5. siapa yang pertama kali bertindak saat kiat sakit? Ibu
  6. siapa yang rela menghisap ingus kita saat pilek? Ibu
  7. siapa yang mau menjilat buras kita? Ibu
  8. siapa yang rela bertindak bodoh supaya kita sembuh dari penyakit? Ibu
  9. siapa yang pertama kali merasakan badmood yang kita rasakan? Ibu
  10. siapa yang doanya paling ampuh? Ibu
  11. siapa yang kutukannya paling ampuh? Ibu—malinkundang kaleee

Ya, itu cuma segelintir dari yang kita sadari teman. Mungkin kita sudah merasa bahwa ibu bahagia saat ada di dekat kita. Tapi benarkah? Apakah kalian tahu yang ada di benak ibu-ibu tercinta? Hari ini ibu tertawa karena kita mengucapkan selamat hari besar buat ibu, beliau tersenyum. Tapi bukankah beliau memikirkan makan malam? Makan untuk esok harinya? Rencana liburan? Hadiah tahun baru? Kebutuhan rumah? Kebutuhan sekolah? Cita-citamu? Kuliah dimana? Bagaimana agar kamu tidak kesusahan? Bagaimana tipe jodoh untukmu? Bagaimana cara merawat rambutmu? Bagaimana menghilangkan jerawatmu? Bagaimana membuatmu bangun pagi? Bagaimana mengajarimu memanage uang? Bagaimana kalau aku sakit? Bagaimana kalau aku mati?

Bagaimanapun juga, kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Jadi sebagai anak yang baik, kita harus selalu menjaga dan berbakti kepadanya. Mumpung ibu masih bisa tersenyum di sampingmu, kawan.
Buat kamu-kamu yang baru marahan sama ibu, cepat-cepat minta damai. Kita gak tau kapan akan bertemu dan berpisah.

Dan untuk ibuku tercinta, anakmu ini mau minta maaf, karena kadang-kadang (mungkin selalu) sulit bangun kalau tidur dan selalu menganggap santai semua hal (terutama hal penting). Anakmu juga mau bilang kalau sudah kapok kena ganjaran gara-gara menyayat hatimu, hiks hiks (*nangis nih ceritanya).

Selamat Hari Ibu, Mamaku Tersayang
i mama

0 prakata

just having mad

huaaaaaaaaaaaah!!!!
ini rasanya kayak orang lagi usaha nabung di kloset wc
ugggggggh!!!! plung!

sumpah, lemot plus uangeeeeeel banget. baru aja sekali ol fb di hometown tercinta, lamanya bukan main
ini koneksi internet apa bekicot gitu yaa?
so, setelah menunggu berabad abad (halah lebe) akhirnya aku bisa ganti profpict.
ya, P R O F I L P I C T U R E!! bayangkan baru berhasil setelah 1 jam!
*ngusap kringet darah (lebe lagi)

ternyata fb saya di hack sama orang luar tu. sial! pengen tak tonjok tu muka trus diinjek2 kepalanya
biar, biar tau rasa. hahahahahaha
jadi para pembaca yang budiman, aku harus ganti password lagi. padahal password yang lawas aja baru hafal kemaren, ini ganti lagi.
ya, doakan saya ridak lupa ya bror!

emmmmmmmmmmmm
seeyou,pals!

0 prakata

kamis kelabu

gimana sih rasanya kehilangan?
wah, gini gini ya pals, aku tu sukar kalo suruh nangis, tapi kalau uda nangis bakal sesenggukan sampai capek.
so?
so, kemarin itu ada salah satu teman seperjuangan yang gugur di medan perang.
masih dalam bulan november ini teman, bayangkan, 3 anak smansa meninggal. it's gonna be a boom in my mind!
what the hell is going on in my beloved school ya?
huh, awalnya anak kelas 1. dia itu ikut jadi team orkes untuk acara sumpah pemuda kotaku.
bersamaan dengan itu, sekolah mengadakan ulangan tengah semester. nah, katanya nih (nurut kabar burung gitu) adiknya itu pulang dari latihan orkes malah langsung ngotot belajar. trus katanya juga, dia itu tipe orang yang akan terus mencari tau sampai dianya mudeng. (semangatnya tinggi banget kan?)
eits! tapi jangan salah, di kelas dia tu seperti punya dunia sendiri gitu katanya.
hemm, oke oke ini memang tentang kabar burung, guys! jadi jangan salahkan saya kalau sering pakai kata 'katanya' *hehehehe
trus beberapa hari kemudian, anak kelas 2 meninggal. denger kabar gini aja aku uda mbatin, "kelas 1 ma 2 udah, kelas 3 iya kali ya?" (yayayayayya, saya bukan mendoakan, tapi cuma insting aja kali)
trus (kabar kucing ganti deh!) katanya tu ya dia itu baru berangkat sekolah ke smansa tercinto ini. tapi sebelumnya dia mengantar 3 orang adiknya ke sekolah masieng-masieng (gaya p. im nih! ssst!)
nah, waktu mau ngantar adiknya yang ke 3, dia itu, entah kesrempet ato disrempet ato nabrak angkot, trus jatuh. lha kog bisa sampai meninggal?
ya iyalah, kepalanya kena pembatas jalan, pals!
huft, kasihan ya.. :(
nah, yang kemaren itu temen seangkatanku. aku sih gak kenal, tapi cuma pernah liat aja. orangnya tu rame alias asik gitu maksud ana. awalnya kan aku gak tau orangnya yang mana, trus aku buka FB dan ...
aku syok! ternyata orang itu, ya teman yang suka bercanda.
kog bisa?
gini ni critanya, (oke, ini kabar angin!)
dia itu pulang sekolah biasanya langsung les, tapi kemaren itu dia pulang dulu. ada yang bilang dia itu pakai motor + sepatu baru. ada yang bilang juga, dia itu gak mau nurut kata ibunya. hmmm, bingungkan?
pokoknya, dia itu berangkat les, trus waktu di jalan dia dipepet ama mobil gitu. mungkin karena kurang seimbang diannya jatuh ke jalan yang berlawanan arah.
dan.... dari sana dia ditangkap sama truk! .....
katanya perutnya yang kelindes. huft! can you imagine that?
waktu aku layat di rumahnya, ibunya memohonkan maaf. pelan pelan air mataku jatuh.
aku itu tidak kenal, tapi kok bisa menangisi? betapa sangat terpukul kedua orang tuanya. anaknya satu-satunya telah mendahului menghadap kehadirat Yang Kuasa.

dari semua kejadian itu, aku jadi bener-bener percaya bahwa kematian itu bisa datang kapan saja. awalnya kita sebagai manusia terlalu terobsesi pada statement bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna. sampai-sampai kita menjadi makhluk yang egois dan lupa diri, bahkan pada sesamanya.
padahal umur kita sudah dicatatkan akan berakhir kapan dan dimana. andai kita tahu, bukankah itu lebih mengerikan?
terkadang ketidaktahuan itulah yang terbaik. tapi kita itu tetap mkhluk ciptaan, jadi kita tetap perlu untuk waspada dan hati-hati, teman.
sudah cukuplah kalau orang-orang sekitar itu menjadi peringatan bagi kita, itu berarti Tuhan masih mau memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri.

oke, pals! as your best friend, i'll give you a little word, "HARGAILAH NYAWAMU"
haha, ya iyalah, semua orang juga tau kali ya. *ngikik
emang sih, udah banyak yang tau, tapi baru sedikit yang menyadari.
so, untuk kalian para pembaca yang budiman, jangan egois ya di jalan, pelan asal selamat itu lebih bijak dari pada mencelakai diri atau orang lain.
dan untuk teman-temanku yang telah tiada, semoga amal kalian diterima serta mendapatkan kedudukan yang terbaik di sisi-Nya. amin

good day and see you, pals!

0 prakata

GANTI template

setelah berabad abad ana coba cobi ganti background tapi gagal terus, sampai setengah mati ngeden
akhirnya detik ini saya sukses!!
jeng jeng jeng
huft! aku tu harus duduk di depan layar ini selama 2 jam untuk memilah milih template dan cari tau caranya
(ah sial! ketahuan katrox) dari model emo, horror, anime, bunga2, vintage, biasa, sampai model pink pun ada.
dan alhamdulillah, ada yang menampilkan sekuntum bunga matahari. yeeeeeeeeeeey!!! *lonjak lonjak

lalu?
lalu apa? bersamaan dengan itu aku kan ol fb gitu lho bror! tau2 ada temen ngechat, sebut saja "R alias rawrr" (moga2 dianya gak baca ni posting, haha)
nah lho! aku kan gak begitu kenal sama orang itu, makannya agak gimana gitu waktu chat, lagian tau wajahnya aja nggak. eeee, dianya ngajak ketemu, dan ternyata tujuannya mau mengungkapkan perasaannya.
dongdeeeeeeeeng wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuussssssssss......... *ceritanya aku diterpa angin sepoi2 gitu, biar rambutku berkibar
bukannya ge er ya, tapi ya gimana ya, haduh jadi grogi saya, haduuuuh... (*menggeliat melting)
lalu?
lalu apa? yaa, saya berusaha membuat diri saya terlihat bodoh dalam chating (ini aku ahlinya, haha) *pasang kaca mata item (buta ya mbak?) =.="
jadi aku berlaga lola londot kekanak2an gak mudengan tolol goblok apa lagi? ya gitu deh pokoknya
tau tau status chatnya jadi OFFLINE.
alhamdulillah *sujud syukur
muhuhahahahahahahahahahaha

ya, begitulah hidup di dunia ini, mungkin akan ada kesimpulan tersendiri tanpa harus berkata ya atau tidak.
it's a funny world, pals! so, take it easy ;)
see you, on the next post

0 prakata

Pintu

Dengarkan, karena aku di pintu!
Bukalah pintu ini. menutup pintu
bukan tanda bersenang hati

Di hati setiap zarrah
ada halaman untuk-Mu. sebelum Kau buka,
ia akan tinggal sembunyi selalu.

Kaulah Yang Menyingsingkan Fajar,
Yang Menguasai Subuh Hari. Kau bukakan
beratus pintu dan Kaukatakan, "Masuklah mari!"

Bukan aku, tetapi kaulah di pintu ini
berilah jalan, bukakan pintu ke diri-Mu sendiri.

Belerang mendekati api. katanya, "Tampillah padaku, sayang!
Bentukku bukan bentukmu, tetapi aku ini
sepenuhnya kamu,
bentukku sebagai selubung melulu.
Aku menjadi kau dalam bentuk dan kenyataan
bila kau tiba.
bentukku sirna dalam pertemuan kita."

Api menjawab, "Aku telah menampilkan diri
mengapa pula mesti kusembunyikan wajahku
dari diriku sendiri?"

Dengarkan, daripadaku terimalah
dan sampaikan amanatku pada sekalian sahabat
dan segala kerabat,

Jika (amanat) itu gunung, tariklah bagai jerami
telah kuberikan padamu sifat batu ambar.

Batu ambarku menarik gunung. tidakkah
kujadikan bukit Hira dari keadaan tiada?

Aku sama sekali dan sepenuhnya dalam hatimu,
karena mutiara hati terlahir dari lautanku.

Kugerakkan bayanganku, jika tidak, bagaimana
mungkin bayanganku terpisah dariku?
Tetapi kugerakkan itu dari tempatnya
agar di saat penyingkapan, akan menjadi jelas
bagaimana ia bertunggal mesra.

Agar ia pun menyadari
bahwa ia sebagian dari padaku,
agar ia pun terpisah dari yang lain.

Datanglah pada sahabat itu,
dan dengarlah selanjutnya tentang itu,
agar ia dapat menuturkannya padamu
dengan bahasa keabadian

0 prakata

KOLESTEROL

Kolesterol
Apa apaan coba?
Anda tahu kolesterol? Tentu sajalah penyakit.
Katanya sih, kolesterol tu ga cuma nyerbu orang tua lho! Remaja pun juga bisa (kudu ati-ati nih). So, gimana sih caranya biar ga kena cium tu penyakit?

Setelah kemaren saya telusuri di situs-situs maya, telah ditemukan beberapa informasi, yaitu:
Kurangi makanan berminyak dan berlemak. Tau kan apa aja makanan berlemak. Kaya' jeroan, daging, kepiting, udang, kerang, santan, minyak, margarin, dan kacang-kacangan. Dan ternyata gula pun mengandung kolesterol. Dan yang mengagetkan adalah coklat. Gila! Padahal aku gila coklat =,="

Selain itu pencegahan juga mesti dilakukan dengan mengurangi susu, keju dan roti. ada lagi gorengan. Ini nih yang sulit. Gorengan kan makanan khas orang Jawa. Haha
Kenyataan yang paling menyakitkan adalah kita harus mengurangi konsumsi ice cream.
HIYARRRRG!!!!

Trus disuruh makan apa kita? Itu tuh yang sering dikeluhkan ibuku (ya, udah kecium kolesterol deh bundaku). Nah sebagai anak yang baik, ya, aku nyari kiat untuk mengurangi kolesterol. Di antarannya :
Perbanyak buah dan sayuran. Dengan kata lain perbanyak serat yang masuk ke tubuh. Sayuran yang mengandung vitamin C tidak boleh dimasak lama-lama, harus 1/2 mateng, biar vitaminnya gak ilang (hiiiii).
Selain itu, juga memperbanyak makanan pengurang kolesterol, seperti:
.anggur
.apel
.pir
.alpukat
.blueberry
.teh
.tempe
.bawang putih? ya, minimal 1/2 atau 1 siung perhari, hingga sebulan, bisa megurangi 9 persen. Itu sudah termasuk yang dipake untuk sayur, sambal, maupun bawang goreng. Tapi jangan kebanyakan ya! Bisa over kentut, diare, demam, bahkan pendarahan lambung.
.ikan laut, seperti jenis tuna, sardin, salmon, tongkol, tengiri. Masaknya pun sebaiknya dibakar atau direbus.
.minyak zaitun
.bubur gandum/oatmeal
.kacang walnuts/almonds, tapi jangan over dosis.

Nah, udah banyak kan yang bisa dimakan. Tapi masih ada 1 pengurang kolesterol yang paling hebat (kayak super hero gitu deh!). Apaan tu? Yap, olahraga teratur tiap hari, minimal 20 menit@day.
So, udah tau kan apa apa tentang kolesterol? Emang ga lengkap (sengaja, males sih!), tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat.

0 prakata

Para Pecinta Hati

Sedikit demi sedikit para pemabuk berkumpul,
sedikit demi sedikit para pemuja anggur datang.

Para pecinta hati, begitu menawan,
datang menyususr jalan, mereka yang berpipi
merah mawar datang dari taman.

Sedikit demi sedikit muncullah penjelasan
dari dunia maujud dan tak maujud,
yang tak maujud telah pergi
dan yang maujud datang kini.

Semua dengan jubah-jubah penuh emas
bagai tambang tiba untuk yang papa.

Yang kurus dan yang sakit, dari padang-rumput
cinta kini datang gemuk dan sehat.

Jiwa-jiwa mereka yang suci
bagai sinar matahari
datang dari ketinggian seluhur itu
kepada mereka yang hina.

Penuh rahmat kebun itu, ketika
buah-buah segar datang walau dingin,
untuk keluarga Maryam.

Rahmatlah asal buah-buah itu,
dan rahmat pula kembalinya
dari kebun ke kebun juga
buah-buah itu datang

0 prakata

Tragedi Kran Kamar Mandi

Aku antri mandi, ngidupin kran kamar mandi. trus tak tinggal ngegame pake lepinya mb. Ripki (nyet ra modal!). Aku sih agak denger ibu kos ngomel-ngomel, tapi ga mudeng sopo sing diomeli.

Ibu: "Ki sopo sing antri adus?"
Aku: "..................." [meneng wae-ra nggagas-nglanjut ngegame]
Ibu: "Wong ngantri og nganti omber mbludak koyo ngene!!!" [mondarmandir-cari korban]
Aku: "..................." [masih ngegame]
Ibu: "Anggiiit!! Opo kowe sing antri nduwur?"
Anggit: "Mboten niku, Bu."
Ibu: "Lha sopo iki? Rene sik! Ki ciduk e sopo?"
Anggit: "Mboten ngertos, Bu." [bingung]
Aku: "..................." ["Brisik amat!" -lanjut ngegame]
HENING
mb. Ripki: "Eh, Dik, kowe lak ora ngantri tha?"
Aku: "Ha?" [ga mudeng]
mb. Ripki: "Kowe lak ora ngantri adus tha?"
Aku: "Antri i, lha ngopo mb?" [rung sadar]
mb. Ripki: "Badalah ig!!! Ibuk duko lho!"
Aku: "Ha? Kapan? Lha ngopo?"
mb. Ripki: "Lha kowe kui tho! kranmu gak mbok pateni tha? nggenah ibuk'e duko mubeng-mubeng og! Badalah tenan ig! kwe i lho!!"
Aku: "O! Lha ra mudeng og. Haha" [lanjut ngegame]

Beberapa saat kemudian, aku ke kamar mandi. di tempat sabunku (yang tak pake ngantri) ada surat cinta dari ibu kos,
"Tolong Buka Kran DiCek Jangan penuh."
trus aku mbatin, 'kog bahasane ngene tho? ra duwe EYD yak'e!'
trus tempat sabunku tak kluarin. aku gak jadi mandi (wedi ketahuan).

0 prakata

Tertulis Bagi Seorang Wanita yang Telah Menjadi Terorrist bagi Kehidupan

Anda lebih sering menuduh saya ini dan itu. Padahal saya tidak pernah melakukannya. Apakah anda pernah berfikir tentang perasaan saya? Karena saya sering berfikir menjadi anda. Tapi saya yang sedang menjadi anda tidak akan atau akan berusaha untuk tidak menuduh orang semena-mena. Namun ternyata anda ingin membunuh saya.
Maaf, tapi saya tidak pernah takut pada anda, karena anda bukan Tuhan yang menciptakan saya. Bukannya selalu menggunakan nama Tuhan sebagai tameng, tapi memang itu kata hati saya. Dan saya tidak peduli, sangat tidak peduli dengan apa yang anda pikirkan lagi.
Dan jikalau suatu hari nanti, anda benar-benar melakukan suatu pencabutan nyawa pada saya, mungkin anda berlatih menjadi pencabut nyawa, maka saya pasrah pada Tuhanku Yang Agung, tentunya aku tidak takut pada anda. Dan jikalau saat itu saya benar mati, itu bukan karena anda berhasil namun karena memang takdir Tuhanku Yang Agung. Namun jika saat itu saya masih diberi hidup, maka saya tidak akan berterima kasih pada anda. Tidak akan pernah. Karena itu pun kehendak Tuhanku Yang Agung.
Apabila aku telah tiada benar dan itu berawal dari tangan anda, maka saya hanya ingin menyampaikan pesan ini. Saya memaafkan anda, namun anda akan merasa berdosa terhadap Bapak Ibu dan Kedua Saudaraku. Juga tentunya pada Tuhanku Yang Agung. Dan rasa bersalah itu tidak akan hilang dan akan terus menguntit anda hingga ajal tiba.
Surat ini bukan untuk orang sembarang, surat ini untuk anda, hanya untuk anda. Kenapa? Entahlah, mungkin karena andalah orang yang sangat membekas di hati saya. Menjadi penggores luka batin serta terror hidup pada diri saya. Terima kasih atas pengalaman yang anda berikan. Bukan untuk keramahan bisa anda pun pencabutan nyawa.

0 prakata

Untuk 15 September 2008

Dentuman gemricik air di kamar mandi masih terdengar di telinganya walau berjarak sekian meter. Orang-orang masih saling berbincang leluasa menanti magrib tiba. Dan pikiran itu kembali masuk menjejak-jejak kepala. Bagaimana mungkin ia sampai remidi sosiologi 2 kali, padahal teman-temannya atau mungkin sahabatnya tidak mengulang sama sekali. Ia merasa seakan dirinya sangatlah tolol. Ia menggebrak mejanya, lalu berjalan menuju ke arah gemricik air, dan menutup pintu rapat-rapat.
Ia ambil air dengan kedua telapak tangannya yang halus. Lalu ia basuhkan ke muka. Air itu sangatlah segar untuk keadaan yang sepanas ini. Namun ia tak merasakan apapun akan itu. Justru kekosongan, kebencian, atau malah rasa dendam yang dalam. Ia pandangi wajahnya dalam-dalam di muka kaca. Memang benar semua kata orang, bahwa ia mirip kakaknya. 
"Tapi aku bukan Titya itu!" bentaknya pada wajah yang nampak di cermin. Namun ia sendiri tak tahu apa perasaannya yang sebenarnya. terkadang ia senang akur dengan Titya, tetapi kadang kala ia juga tak suka disamakan dengannya.
Ia berpaling, keluar dari kamar mandi dengan perasaan tak tentu. Mungkin perasaan marah atau benci. Atau mungkin kebingungan akan semua hal di dunia ini, khususnya dalam hidupnya tang tega membebani tubuhnya. Ia kembali masuk ke kamar bersamaan dengan gemuruh suara pesawat terbang yang lewat di atas rumahnya. semua orang keluar karena pesawat itu terbang sangat rendah yang jarang sekali terjadi di kampungnya. Namun tidak untuknya, sama sekali tidak. Ia tetap melanjutkan rencananya, naik ke kasur dan merebahkan diri senyaman mungkin, kemudian tidur. Itulah kesehariannya di waktu senja. Sulit untuk menerangkannya.

Pagi ini semua berjalan seperti biasa. Sang surya telah mendongak setinggi tiang. burung-burung berkicau terang menyanyikan lagu suka atau malah kepedihan, entah dengan rela atau paksaan. Jam di meja masih terus melaju, tapi untuk saat ini menunjukkan pukul 06.30. Ia akan terus menunggu hingga 06.45. Ia merasa bosan hidup biasa-biasa saja. Ia memikirkan apa yang akan dilakukan di sekolah nanti. Melakukan kemunafikan seperti basanya? Ya, tentu. Kenapa tidak? Toh, teman-temannya juga mau dimunafiki. Dengan kedok senyuman, keramahan, dan sok bahagia, meski hatinya kosong. Walau ia tahu perjalanan masih jauh.
Orang-orang sudah mulai mondar-mandir ke sana sini membuka tutup gerbang. Suaranya berderit keras menyakitkan menambah pilu hatinya. Namun ia tetap saja masih diam. Masih menunggu. Dan ternyata -seperti kata orang- menunggu memang menyakitkan. 
Terdengar jelas seorang perempuan sedang menghafal teks bahasa Inggris. Begitu banyak yang ia pelajari. Mungkin ia yakin ilmu dapat membawa keberuntungan. Tapi tidak untuknya. Ia jalani hidup mengalir seperti cairan, cairan darah yang merah, yang pekat, yang tajam. Yang bisa menusuk-nusuk jantung, seperti yang ia inginkan. Kenapa? Entahlah. Ia telah dibutakan dengan kekosongan dalam kepedihan. Sengsara dalam kemunafikan yang tak kunjung hilang. Atau bahkan tak akan hilang, menetap selamanya, abadi. Dan ini bukan untuk siapapun, tapi untuk hasrat nafsunya.

Ia tidur walau tak tidur. Ia dengar seorang wanita dan seorang pria sedang berbicara keras. Di kamar itu juga ia dengar seorang anak kecil belum tidur.
"Pa, piye iki? Tetangga pada ngomongin Titya," kata ibu pada ayah. Nadanya terdengar sangat khawatir dan mencapai batas emosi. Mendengar itu, bapak merespon biasa saja, tak begitu memikirkannya. Mungkin belum.
"Opo tho? Ngomongin apa?"
"Iku lho, Bu Lestari katanya ngomong sama Mbak Sri kalau Titya boncengan sama Dar. Titya i piye tho, huh. Jadi pikiran."
"Opo Mbak Sri tau sendiri?"
"Dibilangin Bu Lastri. Ampek jadinya dadaku. Pusing aku!"
"Jangan percaya dulu. Sapa tahu cuma buat geger atau..."
"Lha tapi nama kita udah tercoreng. Titya itu mbok dibilangin! Dikandani ngono!"
"Yo, tapi po yo sekarang. Wong orange gak di sini."
"Ya ditelpun tho, Pak!"
Ia berbalik posisi tidur. Ia bisa sedikit mengintip dari celah-celah matanya. Ibunya begitu duram. Bapaknya berusaha berulang kali menelepon Titya. Dan juga berulang kali melepas telepon dari telinganya.
"Ora iso ditelpun," ayah berkata sambil terus berusaha menelpon Titya.
"Titya itu ngono kui! Sukannya minta pulsa, tapi kalau dibel angel banget! Huh!"
Ia mendengarkan dan sesekali mengintip ke sana kemari. Ia berkesimpulan sudah 10 menit bapak mencoba menelpon Titya, dan gagal.
Tiba-tiba ibu sudah ada di sampingnya. Ia langsung menutup mata, pura-pura tidur. Ibu membangunkannya. Ia beralih posisi agar nampak seperti orang tidur. Ternyata ibu ingin ia menelpon Titya.
Masih tidak bisa ditelepon. Mungkin sudah benar-benar tidur si Titya itu. Ia melirik jam dinding yang tergantung di atas cermin rias ibunya. Pantas saja tidak diangkat, sudah pukul 12. Alarm jam tangan berbunyi. Bising sekali teriakannya. Ia mencoba tidur, yang benar-benar tidur. Tapi ibunya malah menyemprotnya dengan kalimat-kalimat aneh. Tapi ia dapat menyimpulkan bahwa, 'Jangan telepon malam-malam, bisa membuat orang jatuh cinta seperti Titya.'

0 prakata

Lelaki dan Perempuan

Dalam kebenaran, tak pernah pencinta mencari sesuatu yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu
Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah
Hikmah Tuhan ialah ketentuan dan maklumat bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.
Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif, langit adalah lelaki dan bumi adalah perempuan
Bumi menerima saja apa yang diturunkan langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, langit mengirim panas
Jika bumi kurang segar, langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan bumi dan langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa bumi apakah langit bisa menghasilkan air dan panas?
Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduannya.
Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian
Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain
Siang dan malam, dilihat dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta agar kerja mereka sempurna
Tanpa malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa siang

0 prakata

Rumi dan Rumi

Dia penyair sufi terbesar Persia. Dia salah seorang penyair terkemuka dunia. Dikenal dan berpengaruh di Barat dan Timur hingga kini, namanya terpahat kuat di hati dunia yang mencintai dunia tasawuf, spiritualitas, ketuhanan, cinta, dan puisi. Dia menarik perhatian dunia terutama karena wawasan tasawufnya yang begitu dalam, universal, dan tetap relevan, sebagaimana tercermin dalam perjalanan hidup dan karya-karyanya. Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Barat dan Timur, termasuk Indonesia. Dia mengilhami kebudayaan dunia. Dia duta cinta sepanjang masa.
Lahir di Balkh, Khurasan, Afghanistan sekarang, 30 September 1207 (6 Rabi'ul Awwal 604H), Jalaluddin Rumi tumbuh dari keluarga terpandang. Ayahnya, Muhammad Ibnu Hussain al-Khatibi alias Bahauddin Walad, adalah seorang ulama terkemuka di Balkh, sedangkan ibunya, Mu'min Khatun, berasal dari kaluarga Dinasti Khawarizmi, dinasti yang berkuasa dengan ibukota Bukhara saat itu. Adapun Balkh, adalah salah satu kota penting, pusat intelektual dan kebudayaan Persia pada Dinasti Khawarizmi.
Rumi wafat di Konya pada 16 Desember 1273 (5 Jumatil Akhir 672 H). Kepergiannya ditangisi oleh banyak pengikut dan pengagumnya yang berlatar belakang agama berbeda-beda. Bukan saja karena dia sufi besar melainkan juga karena dia benar-benar mampu membuktikan diri sebagai sumber inspirasi dan kebahagiaan yang tidak terlampaui oleh banyak penyair lainnya dalam kesusastraan dunia.

0 prakata

Uraian Cinta

Telah kuuraikan Cinta dan kupaparkan panjang lebar
Namun kala kudatangi dia, aku malu pada uraianku.
Walau lidah sanggup menerangkan apa itu Cinta
Namun keterangan Cinta yang tanpa lidah lebih terang lagi.
Pena begitu gegabah menulis tentang Cinta
Namun begitu mencapai Cinta, kata-kata pecah berkeping-keping
Untuk menguraikan Cinta, akal tak berdaya bagai keledai jatuh di Lumpur.
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan kasih cinta
Matahari membuktikan keberadaannya dengan sinarnya sendiri
Jika bukti sudah ada, jangan palingkan wajahmu darinya.
Jika tergantung pada bentuk warna, ia bukan cinta:
Warna akan luntur, begitulah cinta sesaat harus kauenyahkan dari Dirimu.
Ia harus ditukar dengan Cinta yang sebenarnya
Dan apa saja selain aku enyahlah dari sampingmu.

0 prakata

greeting

Assalamualaikum

Good day everybody!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Hari ini saya membuat lagi sebuah blog. Of course dengan harapan bisa menjadikan tempat sampah dari pada 'uneg-uneg' dalam diri saya
JENG JENG JENG....................................................................................................................................
Tapi ini tidak bisa disebut dengan membuat blog baru, secara kodrati, manusia diberikan hak untuk tau dan menaui akan suatu hal.
Well, pada zaman dahulu kala saya sudah punya blog. Tapi perjalanan saya tidak lancar dan kemudian jadinya saya harus membuat blog baru ini.
Sebenarnya bukan harus, tapi ingin. haha

So, saya berharap blog ini bisa menjadi suatu tapak-tapak hidup saya yang akan dapat bercerita mengenai kegagalan, kesedihan, tangis, kekecewaan, senyuman, tawa, kebahagiaan, dendam, ancaman, kutukan, harapan, cita-cita, dan lain sebagainya. (tentunya, saya berharap terkabul yang baik-baik sajalah)

Dan yang terpenting, semoga blog ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh 'bebrayan' umum.
Matur nuwun

Wassalamualaikum