Dengarkan, karena aku di pintu!
Bukalah pintu ini. menutup pintu
bukan tanda bersenang hati
Di hati setiap zarrah
ada halaman untuk-Mu. sebelum Kau buka,
ia akan tinggal sembunyi selalu.
Kaulah Yang Menyingsingkan Fajar,
Yang Menguasai Subuh Hari. Kau bukakan
beratus pintu dan Kaukatakan, "Masuklah mari!"
Bukan aku, tetapi kaulah di pintu ini
berilah jalan, bukakan pintu ke diri-Mu sendiri.
Belerang mendekati api. katanya, "Tampillah padaku, sayang!
Bentukku bukan bentukmu, tetapi aku ini
sepenuhnya kamu,
bentukku sebagai selubung melulu.
Aku menjadi kau dalam bentuk dan kenyataan
bila kau tiba.
bentukku sirna dalam pertemuan kita."
Api menjawab, "Aku telah menampilkan diri
mengapa pula mesti kusembunyikan wajahku
dari diriku sendiri?"
Dengarkan, daripadaku terimalah
dan sampaikan amanatku pada sekalian sahabat
dan segala kerabat,
Jika (amanat) itu gunung, tariklah bagai jerami
telah kuberikan padamu sifat batu ambar.
Batu ambarku menarik gunung. tidakkah
kujadikan bukit Hira dari keadaan tiada?
Aku sama sekali dan sepenuhnya dalam hatimu,
karena mutiara hati terlahir dari lautanku.
Kugerakkan bayanganku, jika tidak, bagaimana
mungkin bayanganku terpisah dariku?
Tetapi kugerakkan itu dari tempatnya
agar di saat penyingkapan, akan menjadi jelas
bagaimana ia bertunggal mesra.
Agar ia pun menyadari
bahwa ia sebagian dari padaku,
agar ia pun terpisah dari yang lain.
Datanglah pada sahabat itu,
dan dengarlah selanjutnya tentang itu,
agar ia dapat menuturkannya padamu
dengan bahasa keabadian
salam bahagia!
mari berbagi percikan api kehidupan,
bersama menyusun mozaik2 alam pasti menyenangkan.
selamat berbagi, kawan!
:)
mari berbagi percikan api kehidupan,
bersama menyusun mozaik2 alam pasti menyenangkan.
selamat berbagi, kawan!
:)
Pintu
Diposting oleh little firework
Label: Jalaluddin Rumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 prakata:
Posting Komentar
monggo komen :)