Good day pals!
Gimana kabar sanak saudara sekalian. Alhamdulillah jika baik-baik saja, dan tawakallah jika tidak baik-baik saja. Muhuhahahaha
Ok guys! Kita baru saja merayakan hari besar keluarga nasional--- nasional apa internasional sih? Yaitu Hari Ibu – 22 Desember 2010. Kemarin kan? Ok baru kemarin kok, jadi gak telat-telat amat kan kalo aku baru mengucapkan sekarang, hahahaha (anak durhaka!!)
Jadi, siapakah ibu sebenarnya? Mungkin kalau di kamus-kamus, ibu diartikan dengan makhluk yang melahirkan keturunan. Tapi apakah hanya sekedar itu saja? Tentu tidak! (toyib mode: on). Ibu lebih dari sekedar pelahir keturunan (bukan mesin reproduksi lho teman!!). ini ada beberapa pertanyaan yang bisa sedikit menjawab keraguan anda sekalian, guys!
- siapa yang melahirkan kita? Ibu
- siapa yang merawat kita? Ibu
- siapa yang memberi asi? Ibu
- siapa yang memakaikan baju kita pertama kali? Suster. Apa anda yakin suster? Salah. Suster hanya memakaikan selimut pembuntel setelah kita lahir. Ibu yang memakaikan ari-ari ketika kita di kandungan—itu baju pertama kita teman.
- siapa yang pertama kali bertindak saat kiat sakit? Ibu
- siapa yang rela menghisap ingus kita saat pilek? Ibu
- siapa yang mau menjilat buras kita? Ibu
- siapa yang rela bertindak bodoh supaya kita sembuh dari penyakit? Ibu
- siapa yang pertama kali merasakan badmood yang kita rasakan? Ibu
- siapa yang doanya paling ampuh? Ibu
- siapa yang kutukannya paling ampuh? Ibu—malinkundang kaleee
Ya, itu cuma segelintir dari yang kita sadari teman. Mungkin kita sudah merasa bahwa ibu bahagia saat ada di dekat kita. Tapi benarkah? Apakah kalian tahu yang ada di benak ibu-ibu tercinta? Hari ini ibu tertawa karena kita mengucapkan selamat hari besar buat ibu, beliau tersenyum. Tapi bukankah beliau memikirkan makan malam? Makan untuk esok harinya? Rencana liburan? Hadiah tahun baru? Kebutuhan rumah? Kebutuhan sekolah? Cita-citamu? Kuliah dimana? Bagaimana agar kamu tidak kesusahan? Bagaimana tipe jodoh untukmu? Bagaimana cara merawat rambutmu? Bagaimana menghilangkan jerawatmu? Bagaimana membuatmu bangun pagi? Bagaimana mengajarimu memanage uang? Bagaimana kalau aku sakit? Bagaimana kalau aku mati?
Bagaimanapun juga, kasih ibu tak terhingga sepanjang masa. Jadi sebagai anak yang baik, kita harus selalu menjaga dan berbakti kepadanya. Mumpung ibu masih bisa tersenyum di sampingmu, kawan.
Buat kamu-kamu yang baru marahan sama ibu, cepat-cepat minta damai. Kita gak tau kapan akan bertemu dan berpisah.
Dan untuk ibuku tercinta, anakmu ini mau minta maaf, karena kadang-kadang (mungkin selalu) sulit bangun kalau tidur dan selalu menganggap santai semua hal (terutama hal penting). Anakmu juga mau bilang kalau sudah kapok kena ganjaran gara-gara menyayat hatimu, hiks hiks (*nangis nih ceritanya).
Selamat Hari Ibu, Mamaku Tersayang
i ♥ mama

0 prakata:
Posting Komentar
monggo komen :)