salam bahagia!
mari berbagi percikan api kehidupan,
bersama menyusun mozaik2 alam pasti menyenangkan.
selamat berbagi, kawan!
:)
0 prakata

Pintu

Dengarkan, karena aku di pintu!
Bukalah pintu ini. menutup pintu
bukan tanda bersenang hati

Di hati setiap zarrah
ada halaman untuk-Mu. sebelum Kau buka,
ia akan tinggal sembunyi selalu.

Kaulah Yang Menyingsingkan Fajar,
Yang Menguasai Subuh Hari. Kau bukakan
beratus pintu dan Kaukatakan, "Masuklah mari!"

Bukan aku, tetapi kaulah di pintu ini
berilah jalan, bukakan pintu ke diri-Mu sendiri.

Belerang mendekati api. katanya, "Tampillah padaku, sayang!
Bentukku bukan bentukmu, tetapi aku ini
sepenuhnya kamu,
bentukku sebagai selubung melulu.
Aku menjadi kau dalam bentuk dan kenyataan
bila kau tiba.
bentukku sirna dalam pertemuan kita."

Api menjawab, "Aku telah menampilkan diri
mengapa pula mesti kusembunyikan wajahku
dari diriku sendiri?"

Dengarkan, daripadaku terimalah
dan sampaikan amanatku pada sekalian sahabat
dan segala kerabat,

Jika (amanat) itu gunung, tariklah bagai jerami
telah kuberikan padamu sifat batu ambar.

Batu ambarku menarik gunung. tidakkah
kujadikan bukit Hira dari keadaan tiada?

Aku sama sekali dan sepenuhnya dalam hatimu,
karena mutiara hati terlahir dari lautanku.

Kugerakkan bayanganku, jika tidak, bagaimana
mungkin bayanganku terpisah dariku?
Tetapi kugerakkan itu dari tempatnya
agar di saat penyingkapan, akan menjadi jelas
bagaimana ia bertunggal mesra.

Agar ia pun menyadari
bahwa ia sebagian dari padaku,
agar ia pun terpisah dari yang lain.

Datanglah pada sahabat itu,
dan dengarlah selanjutnya tentang itu,
agar ia dapat menuturkannya padamu
dengan bahasa keabadian

0 prakata

KOLESTEROL

Kolesterol
Apa apaan coba?
Anda tahu kolesterol? Tentu sajalah penyakit.
Katanya sih, kolesterol tu ga cuma nyerbu orang tua lho! Remaja pun juga bisa (kudu ati-ati nih). So, gimana sih caranya biar ga kena cium tu penyakit?

Setelah kemaren saya telusuri di situs-situs maya, telah ditemukan beberapa informasi, yaitu:
Kurangi makanan berminyak dan berlemak. Tau kan apa aja makanan berlemak. Kaya' jeroan, daging, kepiting, udang, kerang, santan, minyak, margarin, dan kacang-kacangan. Dan ternyata gula pun mengandung kolesterol. Dan yang mengagetkan adalah coklat. Gila! Padahal aku gila coklat =,="

Selain itu pencegahan juga mesti dilakukan dengan mengurangi susu, keju dan roti. ada lagi gorengan. Ini nih yang sulit. Gorengan kan makanan khas orang Jawa. Haha
Kenyataan yang paling menyakitkan adalah kita harus mengurangi konsumsi ice cream.
HIYARRRRG!!!!

Trus disuruh makan apa kita? Itu tuh yang sering dikeluhkan ibuku (ya, udah kecium kolesterol deh bundaku). Nah sebagai anak yang baik, ya, aku nyari kiat untuk mengurangi kolesterol. Di antarannya :
Perbanyak buah dan sayuran. Dengan kata lain perbanyak serat yang masuk ke tubuh. Sayuran yang mengandung vitamin C tidak boleh dimasak lama-lama, harus 1/2 mateng, biar vitaminnya gak ilang (hiiiii).
Selain itu, juga memperbanyak makanan pengurang kolesterol, seperti:
.anggur
.apel
.pir
.alpukat
.blueberry
.teh
.tempe
.bawang putih? ya, minimal 1/2 atau 1 siung perhari, hingga sebulan, bisa megurangi 9 persen. Itu sudah termasuk yang dipake untuk sayur, sambal, maupun bawang goreng. Tapi jangan kebanyakan ya! Bisa over kentut, diare, demam, bahkan pendarahan lambung.
.ikan laut, seperti jenis tuna, sardin, salmon, tongkol, tengiri. Masaknya pun sebaiknya dibakar atau direbus.
.minyak zaitun
.bubur gandum/oatmeal
.kacang walnuts/almonds, tapi jangan over dosis.

Nah, udah banyak kan yang bisa dimakan. Tapi masih ada 1 pengurang kolesterol yang paling hebat (kayak super hero gitu deh!). Apaan tu? Yap, olahraga teratur tiap hari, minimal 20 menit@day.
So, udah tau kan apa apa tentang kolesterol? Emang ga lengkap (sengaja, males sih!), tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat.

0 prakata

Para Pecinta Hati

Sedikit demi sedikit para pemabuk berkumpul,
sedikit demi sedikit para pemuja anggur datang.

Para pecinta hati, begitu menawan,
datang menyususr jalan, mereka yang berpipi
merah mawar datang dari taman.

Sedikit demi sedikit muncullah penjelasan
dari dunia maujud dan tak maujud,
yang tak maujud telah pergi
dan yang maujud datang kini.

Semua dengan jubah-jubah penuh emas
bagai tambang tiba untuk yang papa.

Yang kurus dan yang sakit, dari padang-rumput
cinta kini datang gemuk dan sehat.

Jiwa-jiwa mereka yang suci
bagai sinar matahari
datang dari ketinggian seluhur itu
kepada mereka yang hina.

Penuh rahmat kebun itu, ketika
buah-buah segar datang walau dingin,
untuk keluarga Maryam.

Rahmatlah asal buah-buah itu,
dan rahmat pula kembalinya
dari kebun ke kebun juga
buah-buah itu datang

0 prakata

Tragedi Kran Kamar Mandi

Aku antri mandi, ngidupin kran kamar mandi. trus tak tinggal ngegame pake lepinya mb. Ripki (nyet ra modal!). Aku sih agak denger ibu kos ngomel-ngomel, tapi ga mudeng sopo sing diomeli.

Ibu: "Ki sopo sing antri adus?"
Aku: "..................." [meneng wae-ra nggagas-nglanjut ngegame]
Ibu: "Wong ngantri og nganti omber mbludak koyo ngene!!!" [mondarmandir-cari korban]
Aku: "..................." [masih ngegame]
Ibu: "Anggiiit!! Opo kowe sing antri nduwur?"
Anggit: "Mboten niku, Bu."
Ibu: "Lha sopo iki? Rene sik! Ki ciduk e sopo?"
Anggit: "Mboten ngertos, Bu." [bingung]
Aku: "..................." ["Brisik amat!" -lanjut ngegame]
HENING
mb. Ripki: "Eh, Dik, kowe lak ora ngantri tha?"
Aku: "Ha?" [ga mudeng]
mb. Ripki: "Kowe lak ora ngantri adus tha?"
Aku: "Antri i, lha ngopo mb?" [rung sadar]
mb. Ripki: "Badalah ig!!! Ibuk duko lho!"
Aku: "Ha? Kapan? Lha ngopo?"
mb. Ripki: "Lha kowe kui tho! kranmu gak mbok pateni tha? nggenah ibuk'e duko mubeng-mubeng og! Badalah tenan ig! kwe i lho!!"
Aku: "O! Lha ra mudeng og. Haha" [lanjut ngegame]

Beberapa saat kemudian, aku ke kamar mandi. di tempat sabunku (yang tak pake ngantri) ada surat cinta dari ibu kos,
"Tolong Buka Kran DiCek Jangan penuh."
trus aku mbatin, 'kog bahasane ngene tho? ra duwe EYD yak'e!'
trus tempat sabunku tak kluarin. aku gak jadi mandi (wedi ketahuan).

0 prakata

Tertulis Bagi Seorang Wanita yang Telah Menjadi Terorrist bagi Kehidupan

Anda lebih sering menuduh saya ini dan itu. Padahal saya tidak pernah melakukannya. Apakah anda pernah berfikir tentang perasaan saya? Karena saya sering berfikir menjadi anda. Tapi saya yang sedang menjadi anda tidak akan atau akan berusaha untuk tidak menuduh orang semena-mena. Namun ternyata anda ingin membunuh saya.
Maaf, tapi saya tidak pernah takut pada anda, karena anda bukan Tuhan yang menciptakan saya. Bukannya selalu menggunakan nama Tuhan sebagai tameng, tapi memang itu kata hati saya. Dan saya tidak peduli, sangat tidak peduli dengan apa yang anda pikirkan lagi.
Dan jikalau suatu hari nanti, anda benar-benar melakukan suatu pencabutan nyawa pada saya, mungkin anda berlatih menjadi pencabut nyawa, maka saya pasrah pada Tuhanku Yang Agung, tentunya aku tidak takut pada anda. Dan jikalau saat itu saya benar mati, itu bukan karena anda berhasil namun karena memang takdir Tuhanku Yang Agung. Namun jika saat itu saya masih diberi hidup, maka saya tidak akan berterima kasih pada anda. Tidak akan pernah. Karena itu pun kehendak Tuhanku Yang Agung.
Apabila aku telah tiada benar dan itu berawal dari tangan anda, maka saya hanya ingin menyampaikan pesan ini. Saya memaafkan anda, namun anda akan merasa berdosa terhadap Bapak Ibu dan Kedua Saudaraku. Juga tentunya pada Tuhanku Yang Agung. Dan rasa bersalah itu tidak akan hilang dan akan terus menguntit anda hingga ajal tiba.
Surat ini bukan untuk orang sembarang, surat ini untuk anda, hanya untuk anda. Kenapa? Entahlah, mungkin karena andalah orang yang sangat membekas di hati saya. Menjadi penggores luka batin serta terror hidup pada diri saya. Terima kasih atas pengalaman yang anda berikan. Bukan untuk keramahan bisa anda pun pencabutan nyawa.

0 prakata

Untuk 15 September 2008

Dentuman gemricik air di kamar mandi masih terdengar di telinganya walau berjarak sekian meter. Orang-orang masih saling berbincang leluasa menanti magrib tiba. Dan pikiran itu kembali masuk menjejak-jejak kepala. Bagaimana mungkin ia sampai remidi sosiologi 2 kali, padahal teman-temannya atau mungkin sahabatnya tidak mengulang sama sekali. Ia merasa seakan dirinya sangatlah tolol. Ia menggebrak mejanya, lalu berjalan menuju ke arah gemricik air, dan menutup pintu rapat-rapat.
Ia ambil air dengan kedua telapak tangannya yang halus. Lalu ia basuhkan ke muka. Air itu sangatlah segar untuk keadaan yang sepanas ini. Namun ia tak merasakan apapun akan itu. Justru kekosongan, kebencian, atau malah rasa dendam yang dalam. Ia pandangi wajahnya dalam-dalam di muka kaca. Memang benar semua kata orang, bahwa ia mirip kakaknya. 
"Tapi aku bukan Titya itu!" bentaknya pada wajah yang nampak di cermin. Namun ia sendiri tak tahu apa perasaannya yang sebenarnya. terkadang ia senang akur dengan Titya, tetapi kadang kala ia juga tak suka disamakan dengannya.
Ia berpaling, keluar dari kamar mandi dengan perasaan tak tentu. Mungkin perasaan marah atau benci. Atau mungkin kebingungan akan semua hal di dunia ini, khususnya dalam hidupnya tang tega membebani tubuhnya. Ia kembali masuk ke kamar bersamaan dengan gemuruh suara pesawat terbang yang lewat di atas rumahnya. semua orang keluar karena pesawat itu terbang sangat rendah yang jarang sekali terjadi di kampungnya. Namun tidak untuknya, sama sekali tidak. Ia tetap melanjutkan rencananya, naik ke kasur dan merebahkan diri senyaman mungkin, kemudian tidur. Itulah kesehariannya di waktu senja. Sulit untuk menerangkannya.

Pagi ini semua berjalan seperti biasa. Sang surya telah mendongak setinggi tiang. burung-burung berkicau terang menyanyikan lagu suka atau malah kepedihan, entah dengan rela atau paksaan. Jam di meja masih terus melaju, tapi untuk saat ini menunjukkan pukul 06.30. Ia akan terus menunggu hingga 06.45. Ia merasa bosan hidup biasa-biasa saja. Ia memikirkan apa yang akan dilakukan di sekolah nanti. Melakukan kemunafikan seperti basanya? Ya, tentu. Kenapa tidak? Toh, teman-temannya juga mau dimunafiki. Dengan kedok senyuman, keramahan, dan sok bahagia, meski hatinya kosong. Walau ia tahu perjalanan masih jauh.
Orang-orang sudah mulai mondar-mandir ke sana sini membuka tutup gerbang. Suaranya berderit keras menyakitkan menambah pilu hatinya. Namun ia tetap saja masih diam. Masih menunggu. Dan ternyata -seperti kata orang- menunggu memang menyakitkan. 
Terdengar jelas seorang perempuan sedang menghafal teks bahasa Inggris. Begitu banyak yang ia pelajari. Mungkin ia yakin ilmu dapat membawa keberuntungan. Tapi tidak untuknya. Ia jalani hidup mengalir seperti cairan, cairan darah yang merah, yang pekat, yang tajam. Yang bisa menusuk-nusuk jantung, seperti yang ia inginkan. Kenapa? Entahlah. Ia telah dibutakan dengan kekosongan dalam kepedihan. Sengsara dalam kemunafikan yang tak kunjung hilang. Atau bahkan tak akan hilang, menetap selamanya, abadi. Dan ini bukan untuk siapapun, tapi untuk hasrat nafsunya.

Ia tidur walau tak tidur. Ia dengar seorang wanita dan seorang pria sedang berbicara keras. Di kamar itu juga ia dengar seorang anak kecil belum tidur.
"Pa, piye iki? Tetangga pada ngomongin Titya," kata ibu pada ayah. Nadanya terdengar sangat khawatir dan mencapai batas emosi. Mendengar itu, bapak merespon biasa saja, tak begitu memikirkannya. Mungkin belum.
"Opo tho? Ngomongin apa?"
"Iku lho, Bu Lestari katanya ngomong sama Mbak Sri kalau Titya boncengan sama Dar. Titya i piye tho, huh. Jadi pikiran."
"Opo Mbak Sri tau sendiri?"
"Dibilangin Bu Lastri. Ampek jadinya dadaku. Pusing aku!"
"Jangan percaya dulu. Sapa tahu cuma buat geger atau..."
"Lha tapi nama kita udah tercoreng. Titya itu mbok dibilangin! Dikandani ngono!"
"Yo, tapi po yo sekarang. Wong orange gak di sini."
"Ya ditelpun tho, Pak!"
Ia berbalik posisi tidur. Ia bisa sedikit mengintip dari celah-celah matanya. Ibunya begitu duram. Bapaknya berusaha berulang kali menelepon Titya. Dan juga berulang kali melepas telepon dari telinganya.
"Ora iso ditelpun," ayah berkata sambil terus berusaha menelpon Titya.
"Titya itu ngono kui! Sukannya minta pulsa, tapi kalau dibel angel banget! Huh!"
Ia mendengarkan dan sesekali mengintip ke sana kemari. Ia berkesimpulan sudah 10 menit bapak mencoba menelpon Titya, dan gagal.
Tiba-tiba ibu sudah ada di sampingnya. Ia langsung menutup mata, pura-pura tidur. Ibu membangunkannya. Ia beralih posisi agar nampak seperti orang tidur. Ternyata ibu ingin ia menelpon Titya.
Masih tidak bisa ditelepon. Mungkin sudah benar-benar tidur si Titya itu. Ia melirik jam dinding yang tergantung di atas cermin rias ibunya. Pantas saja tidak diangkat, sudah pukul 12. Alarm jam tangan berbunyi. Bising sekali teriakannya. Ia mencoba tidur, yang benar-benar tidur. Tapi ibunya malah menyemprotnya dengan kalimat-kalimat aneh. Tapi ia dapat menyimpulkan bahwa, 'Jangan telepon malam-malam, bisa membuat orang jatuh cinta seperti Titya.'

0 prakata

Lelaki dan Perempuan

Dalam kebenaran, tak pernah pencinta mencari sesuatu yang tak dilihat oleh kekasihnya
Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia
Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu
Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah
Hikmah Tuhan ialah ketentuan dan maklumat bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.
Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan
Di mata orang arif, langit adalah lelaki dan bumi adalah perempuan
Bumi menerima saja apa yang diturunkan langit ke haribaan dan rahimnya
Jika bumi kurang panas, langit mengirim panas
Jika bumi kurang segar, langit menyegarkan bumi yang lembab
Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya
Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan
Perumpamaan bumi dan langit adalah seperti bakat dan kepandaian
Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud
Tanpa bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga?
Tanpa bumi apakah langit bisa menghasilkan air dan panas?
Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan
Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduannya.
Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian
Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain
Siang dan malam, dilihat dari luar saling bertentangan
Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu
Masing-masing saling mencinta agar kerja mereka sempurna
Tanpa malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa siang

0 prakata

Rumi dan Rumi

Dia penyair sufi terbesar Persia. Dia salah seorang penyair terkemuka dunia. Dikenal dan berpengaruh di Barat dan Timur hingga kini, namanya terpahat kuat di hati dunia yang mencintai dunia tasawuf, spiritualitas, ketuhanan, cinta, dan puisi. Dia menarik perhatian dunia terutama karena wawasan tasawufnya yang begitu dalam, universal, dan tetap relevan, sebagaimana tercermin dalam perjalanan hidup dan karya-karyanya. Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Barat dan Timur, termasuk Indonesia. Dia mengilhami kebudayaan dunia. Dia duta cinta sepanjang masa.
Lahir di Balkh, Khurasan, Afghanistan sekarang, 30 September 1207 (6 Rabi'ul Awwal 604H), Jalaluddin Rumi tumbuh dari keluarga terpandang. Ayahnya, Muhammad Ibnu Hussain al-Khatibi alias Bahauddin Walad, adalah seorang ulama terkemuka di Balkh, sedangkan ibunya, Mu'min Khatun, berasal dari kaluarga Dinasti Khawarizmi, dinasti yang berkuasa dengan ibukota Bukhara saat itu. Adapun Balkh, adalah salah satu kota penting, pusat intelektual dan kebudayaan Persia pada Dinasti Khawarizmi.
Rumi wafat di Konya pada 16 Desember 1273 (5 Jumatil Akhir 672 H). Kepergiannya ditangisi oleh banyak pengikut dan pengagumnya yang berlatar belakang agama berbeda-beda. Bukan saja karena dia sufi besar melainkan juga karena dia benar-benar mampu membuktikan diri sebagai sumber inspirasi dan kebahagiaan yang tidak terlampaui oleh banyak penyair lainnya dalam kesusastraan dunia.

0 prakata

Uraian Cinta

Telah kuuraikan Cinta dan kupaparkan panjang lebar
Namun kala kudatangi dia, aku malu pada uraianku.
Walau lidah sanggup menerangkan apa itu Cinta
Namun keterangan Cinta yang tanpa lidah lebih terang lagi.
Pena begitu gegabah menulis tentang Cinta
Namun begitu mencapai Cinta, kata-kata pecah berkeping-keping
Untuk menguraikan Cinta, akal tak berdaya bagai keledai jatuh di Lumpur.
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan kasih cinta
Matahari membuktikan keberadaannya dengan sinarnya sendiri
Jika bukti sudah ada, jangan palingkan wajahmu darinya.
Jika tergantung pada bentuk warna, ia bukan cinta:
Warna akan luntur, begitulah cinta sesaat harus kauenyahkan dari Dirimu.
Ia harus ditukar dengan Cinta yang sebenarnya
Dan apa saja selain aku enyahlah dari sampingmu.

0 prakata

greeting

Assalamualaikum

Good day everybody!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Hari ini saya membuat lagi sebuah blog. Of course dengan harapan bisa menjadikan tempat sampah dari pada 'uneg-uneg' dalam diri saya
JENG JENG JENG....................................................................................................................................
Tapi ini tidak bisa disebut dengan membuat blog baru, secara kodrati, manusia diberikan hak untuk tau dan menaui akan suatu hal.
Well, pada zaman dahulu kala saya sudah punya blog. Tapi perjalanan saya tidak lancar dan kemudian jadinya saya harus membuat blog baru ini.
Sebenarnya bukan harus, tapi ingin. haha

So, saya berharap blog ini bisa menjadi suatu tapak-tapak hidup saya yang akan dapat bercerita mengenai kegagalan, kesedihan, tangis, kekecewaan, senyuman, tawa, kebahagiaan, dendam, ancaman, kutukan, harapan, cita-cita, dan lain sebagainya. (tentunya, saya berharap terkabul yang baik-baik sajalah)

Dan yang terpenting, semoga blog ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh 'bebrayan' umum.
Matur nuwun

Wassalamualaikum