Kau tahu teman? Terkadang kita tidak mampu bersyukur akan apa yang telah kita terima.
Hari ini aku ke smp, bertemu dengan teman-teman 9d setelah 3 tahun berpisah. Meski tidak semuanya datang, tapi saat-saat seperti ini cukup membuat kami bahagia untuk saling melepas rasa rindu.
Keadaan kami sekarang cukup berbeda-beda walau tidak berubah 1800. tentang apa-apa yang kami bicarakan tentunya tidak semuanya aku ingat, karena aku bukanlah pengingat yang baik, hehehe.
Tapi setelah kembali ke kos, dan bersiap-siap melaju ke kampung halaman, aku ingat dengan salah satu pembicaraan kami tadi.
Agus : ”Rum, aku njaluk tulung ndang, tuluuuuung banget.”
Patri : ”Nah, kui enek arum. Gek ndang ngomong sisan!”
Aku : ”Opo tho?”
Agus : ”Njaluk kunci bahasa inggris ndang!”
Aku : ”Ha?” (kunci opo? Soal detik-detik?)
Patri : ”Ho oh rum, ket mau teko mung meh ngomong mbi kowe. Kan smamu dikek’i bocorane.”
Aku : ”Ha? Ora i, aku bahkan ra ngerti nuw.” (bingung)
Agus : ”Ho oh, sms ke aku ya rum, please, tuluung banget.”
Aku : “Heh, tenan, aku ra mudeng masalah kunci. Bahkan aku gak mudeng nek bocor.”
Aku merasa…. entah bersalah atau senang atau kasihan. Dahulu di smp ku itu memang terkenal banyak penyebar kunci ujian (entah betul atau salah). Tapi di sma.q ini aku belum pernah dengar ada yang menyebar kunci jawaban ujian. Ternyata di sma mereka muncul hal seperti itu. Aku merasa bersalah karena aku tidak mungkin bisa membantu mereka, bagaimana bisa kursiku saja tepat di depan pengawas. Dan aku kasihan, karena mereka melakukan itu pasti karena mereka tidak mampu mengerjakan soal-soal yang diujikan. Mereka teman seperjuanganku bingung mencari kunci jawaban yang bahkan mereka sendiri tidak tahu apakah kunci itu benar atau salah. Bukankah setiap siswa mempunyai kode yang berbeda. Dan kode itu tidak selalu sama untuk tiap mapel. Bagaimana mereka bisa memastikan kalau kunci itu benar?
Aku bersyukur karena sebodoh-bodohnya aku di sma.q, aku tetap masih mampu untuk menjawab soal dan yakin bahwa itu benar. Sehingga aku tidak perlu mencari ’bejo-bejan’ dalam kunci jawaban abal-abal itu.
Maaf teman, aku tidak mampu membantumu untuk meng-sms-kan jawabanku, jujur aku tidak berani. Hanya doaku saja yang selalu kupanjatkan agar kita semua mendapat yang terbaik dari Allah. Amin.

0 prakata:
Posting Komentar
monggo komen :)