“Allah yang mengirim angin, lalu angin itu menghalau awan, sehingga terbentang di atas langit, sebagaimana dikehendaki-Nya, dan dijadikan-Nya awan itu berkelompok-kelompok, kemudian engkau lihat air hujan keluar dari sela-selanya. Maka apabila air hujan itu menimpa siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, tiba-tiba mereka itu bergembira.”
[Ar Rum : 48]
Jadi bagaimana kawan?
Aku tetap suka dengan awan, bahkan sebelum aku tau kalimat tersebut.
Agung kan? Memang.
Yang paling berkesan adalah ketika air hujan itu jatuh di muka seseorang, maka ia akan menjadi bahagia, dan aku mengalaminya. Dan itu pula sebab kenapa aku suka hujan, bahkan sebelum aku tau kelimat itu (juga).
Keren kan? Memang.
Dari ayat itu, aku dapat menyimpulkan bahwa, apabila Ia menghendaki, maka apapun keadaan seseorang bisa berubah secara drastis karena nikmat yang diberikan-Nya baik secara perlahan maupun tiba-tiba.
Hujan itu nikmat lho! Jadi kalau tiba-tiba turun hujan, jangan marah-marah.
Dan, seberapapun sulitnya posisimu, pasti Tuhan akan tetap menolong kita.

0 prakata:
Posting Komentar
monggo komen :)