Kemarin sore aku tidak pulang, aku tetep di sini untuk menjalankan tugas persahabata. Asik kan? Tentu saja.
Kami berlima berkumpul di rumah Bee, tapi ternyata si empunya rumah belum mandi (dasar kucing!). Jadi aku dan Baa nunggu dulu, lalu datang Sapi dan yang terakhir Hero --- tau sendiri kan? Pahlawan itu datang terakhir---
Kami susun strategi. Baa sudah bawa kue, dan aku (seperti biasa) bawa tepung. Lalu kami melaju ke TKP.
Kami bertamu layaknya orang baik-baik. Awalnya Ndaru agak ragu (mungkin udah ada firasat buruk) untuk meniup lilin, tapi kami buat ini seperti ulang tahun yang formal. Ucapan selamat, tiup lilin, foto-foto, lalu makan-makan. Hahahahahaha, kami diberi setup yang namanya aku lupa tapi rasanya enak, yummy.
Setelah dirasa cukup, si Bee meng-sms aku untuk memulai perayaan yang sebenarnya. Lalu aku diminta meng-forward smsnya ke Baa, Sapi, dan Hero. Tapi, tentu saja, sesuatu yang tak terduga terjadi. Konyol, benar-benar konyol. Kalian tau apa? Siapa yang melakukannya? Bisa menebak? Siapa? Hahahahahahhaha, benar sekali, Baa. =,=”
Bee mengirim sms secara diam-diam dan aku meng-forward sms secara diam-diam pula, agar si Ndaru nggak tau rencana kami selanjutnya, tapi Baa malah bilang, “Heh, ngopo kowe sms aku?”
Toeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Dan kontan semua pembicaraan berhenti, dan mata terpusat padaku.
Seakan jarum jam berhenti berputar, jantung berhenti berdetak, dan setup yang aku telan berhenti di kerongkongan. Mati wae!!!!!
Aku dan Bee berpandangan, sama-sama berpikir, “Baa, dodol! Si Ndaru dengar nggak ya? Nyadar nggak ya? Gimana nih? Kacau dong kalau ketahuan.”
Lalu aku melihat Ndaru dan mengalihkan pandangan ke Baa, dengan tenangnya dia memencet tombol hp-nya, membuka sms, membaca, lalu meringis ke layar hp (nyadar kalau melakukan kesalahan).
Tau nggak perasaanku waktu itu? Aku tu pengen banget melototin Baa, lalu ambil tu hp aku celupin di setup, lalu maksa si Baa untuk nelen itu hp.
Huft, aku memutar otak untuk mencari alasan berbicara. Lalu aku bilang, “Sing kae lho Baa, hehe masalah wingi kok.” --- sambil meringis ke Ndaru dan melanjutkan menyendokkan setup ke mulut.
Untungnya, walaupun si Ndaru itu orang pinter, dia nggak nyadar kalau ini (benar-benar) ganjil. Lalu kami berpamitan dan mengeluarkan motor. Rencana awal si Baa yang pura-pura kram, but in fact, aku yang pura-pura jatuh ketiban motor. Lalu teman-teman kembali ke rumah ndaru minta pertolongan. Sebagian menyiapkan tepung untuk penyerangan. Si Ndaru datang mau ngangkatin motorku. Aku lupa, kalau ternyata cowok itu gampang banget kalau ngangkat motor. Jadi aku pura-pura terjepit, untuk memperlambat proses pengangkatan motor.
”Aduh... aduuuuuh!!! Sik-sik, sikilku kejepit kiiiii...” --- sambil merengek-rengek.
Dan tiba-tiba ada mas-mas, nggak tau siapa, mbantuin ngangkat motorku. Haduh mas, ini cuma sinetron, nggak usah dibantuiiiiiiin!!
Lalu tepung melayang pun terjadi di sana. Mas-mas tadi kecewa karena ternyata dia cuma ditipu, hahahaha kena deh!
Dan kami ber-6 pun bermandikan bubuk putih nan suci bermerek segitiga biru --- bukan tiga roda, Baa.
Setelah puas berkejaran kesana-kemari, kami kembali berfoto-foto, lalu pamit untuk benar-benar pulang. Hihihihihi

1 prakata:
hahahaha, sial ik..
ya maaf, namanya ga sengaja og. tapi kan lumayan buat kenangan paling tolol.
salahnya siapa ga bilang dulu mau ngirim sms, minimal colek bahu dulu kek -,-
CKAKAKAKAKAK!!
Posting Komentar
monggo komen :)