Jadi hari ini tadi selesai ujian kami masuk ke kelas masing masing. Tunggu tunggu, aku sih masuknya agak telatan. Soalnya nemenin si Bee pake hotspot. Si Baa udah ke kelas duluan sama temen2 yang lain.
Nggak lama kemudian ada si Kinclongnya Bee di bawah (kita di lantai atas), langsung deh si Bee pamer. Ditambah lagi sama yang si Itu trus si AuW. Biar deh biar puas liatnya, hohoho.
Lalu kami berjalan menuju kelas tercinta.
Setengah jalan aku dan Bee liat ada Kodoknya Baa. Yakin deh, ini pasti si Baa liat tu Kodok nggak pake kedip. Hahahahaha.
Dan ternyata BENAR!!!
Tapi kayake lagi badmood deh, iya nggak Baa??
Everything will be OK kok Baa
Lalu?
Lalu ternyata kami diminta sama Bu Guru untuk saling maaf memaafkan --- sebenarnya nggak itu aja, cuma aku lupa tadi Ibuknya ngomong apa.
Lalu kami salim saliman, minta maaf pada temen2, sama Bu Guru juga lho! Terakhir salim sama si Bee, niatnya mau salim ama Baa, tapi dianya udah lenyap (-,-) >> nandi kowe mau???!!!
Trus pulang deh!
Tapi yang aku ingat pesan Bu Guru,
“Usahakan di saat saat terakhir ini kita buat suasana yang menyenangkan untuk diingat.”
Kurang lebih begitu.
Huhuhuhuhuhu, jadi sedih deh.
In memoriam:
Mengingat masa lalu, waktu masih kelas dua, aku itu cuma kenal ama Bee. Siapa itu Baa? Sapi? Pahlawan? Om Ndaru? Nggak kenal tuh.
Sampai Tante Wewah menyatukan kami lewat film Arti Sahabat, itu nggak gampang lho! Yang mbuat alur harus kesana sini. Bikin nangis mata aja susah minta ampun, sampai harus dibacain puisi tentang ayah yang notabene Mama & Sapi aja bisa nangis, tapi tidak bagi Boo, hohohohohohohoho.
Mengingat waktu membuat film di city walk, loncat loncat untuk narsis, makan mie ayam di bawah guyuran hujan, sambil berdendang ‘Hujan jangan marah..’ ingat ga Bee?
Mengingat waktu kelas serasa seperti golongan golongan yang saling berperang dingin, lirik sana lirik sini, sirik sana sirik sini --- nggak gitu amat sih!
Mengingat sulitnya mbuat desain jaket, sulitnya menciptakan sebuah simbol keberadaan Kaum Spesial.
Mengingat waktu di warung KanJen si Baa beli teh terus curcol masalahnya ama ***-***** gara2 study tour, ingat ga Baa?
Mengingat waktu kami dicerai cerai saat study tour, tapi tetep bisa kumpul2 lagi. Ingat nggak waktu kita lari2 mengejar senja di Kuta? Kau (Bee) pegang erat tanganku, aku pegang erat bajumu (Baa) --- tak tarik maksude.
Ingat nggak waktu di dreamland, menantinanti ombak datang. Waktu itu kita bener bener tersenyum, kawan!
Mengingat waktu kucing kucing berkeliaran di Mall, makan pizza dan menjalankan truth game. Aku ngaku aku suka dia. Kamu ngaku kamu suka dia. Dan kamu ngaku kamu sangat suka dia. Bingung? Hehe
Mengingat bagaimana kelas begitu ramai saat ada maupun tiada guru disana. Maafkan kami Pak Bu Guru. Mengingat bagaimana kita saling olok mengolok sesama, rasan merasani orang lain. Kita tau itu dosa, tapi mau apa kepuasan tersendiri untuk saling terbuka, benar kan?
Mengingat kita mempunyai Boneng dengan kekonyolannya saat memfoto wajahnya sendiri. Sapi yang diperkosa sesama jenisnya. Si Kentang yang ayah ibunya selalu mengajar di kelas. Rinda yang alim kini mulai nakal, hohoho harus seneng apa sedih nih?
Mengingat perjodohan paksa yang melanda tiap insan. Kelas kita ini biro jodoh. Bundo dengan Camat. Baa dengan Tanjel. Boo dengan Syah. Widodo dengan Mandut. Kentang dengan Ika. Mbah Krempa dengan Dian. Bee dengan piiiiiiiip (’3’)
Mengingat tadi kalian mencuri kursi taman ke kelas.
Mengingat video yang kita buat.
Mengingat kita pergi ke pasar malem dan membeli 4 buah mainan @1000.
Mengingat kita menangis karena dilema.
Mengingat kita nyari kostum untuk buken.
Mengingat guru-guru yang membenci kelas karena keramaian kita.
Mengingat nilai nilai yang sering muncul saat ulangan, 5, 6, 7.
Mengingat kita tertawa karena tidak ada yang minum CEREBROVIT --- ini sindiran lho! Hehehe
Mengingat kita sekarang sudah kelas 12 SMA --- Sekolah Menengah Atas.
Mengingat kita sekarang sudah mau kuliah.
Mengingat kita sekarang sudah sibuk mengurusi masa depan masing-masing.
Mengingar kita sekarang sudah dewasa, bukan anak-anak lagi.
Mengingat kita akan berpisah.
Untuk kesekian kalinya, teman temanku yang telah menorehkan percikan percikan api kehidupan di kisahku. Kesedihan, kesenangan, kekonyolan, kemarahan, kekecewaan, semangat, solidaritas, itu adalah hal indah dari masing-masing kalian. Terima kasih untuk segalanya. Aku mengaku bahwa aku bukanlah termasuk golongan tua, huft! Ya ya ya, jadi kalau seandainya ada salah salah gitu, ane minta maaf ya.
Untuk para heroes tanpa tanda jasa, bu guru pak guru, kakak guru, paman paman cleaning servise, ibu UKS dan si pur tentunya, anda anda inilah yang membuat hidup saya menegang tiada tara. Membuat saya menipis dan terpontang panting tertiup angin. Pun menari nari karena semangat dan kejutan unik. Kepada bu Uut maaf kalau nilai kimia saya nggak bagus2 dan selalu me-ngrasani anda, hehe. Kepada bu Marfuah, maaf juga kalau kimia saya sukanya remidi aja. Kepada ibu Koperasi maaf suka ngomong yang nggak2. Juga pada ibu Uks, salam buat anaknya yang ganteng yaaa, hohohohoho. Special buat ibu2 BP3, pak Gimin dan pak Hars, okelah saya kecil
(=,=”)
Intinya
THANKS for ALL PEOPLE in my beloved SMANSA

0 prakata:
Posting Komentar
monggo komen :)